
PILARPOS.INFO | PINRANG — Keterlibatan aktif penyuluh pertanian pada seluruh fase penanaman padi kembali ditekankan sebagai langkah strategis untuk menjaga produktivitas pertanian masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang berdampak pada penurunan hasil panen di beberapa wilayah.
Hal ini diungkapkan Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Zainal Abidin, SP., MP., saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pinrang dan mengikuti Rapat Koordinasi bersama seluruh pemangku kebijakan sektor pertanian, Selasa (28/4).
Dalam penyampaiannya, Zainal Abidin menegaskan bahwa peran penyuluh pertanian sangat krusial, terutama dalam mendampingi petani pada fase-fase kritis masa tanam hingga panen.
Menurutnya, meskipun secara struktural penyuluh berada di bawah kendali pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, namun tanggung jawab moral terhadap wilayah binaan tetap menjadi prioritas demi memastikan petani mendapatkan pendampingan optimal.
“Pendampingan yang intensif akan membantu petani mengantisipasi berbagai potensi gangguan, sehingga risiko penurunan produksi dapat ditekan dan hasil panen tetap terjaga,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Pinrang H. A. Irwan Hamid, S.Sos., dalam arahannya mengungkapkan harapannya agar penurunan kuantitas hasil panen pada musim tanam kali ini dapat segera diatasi pada musim berikutnya, sehingga tidak berdampak pada kesejahteraan petani.
Dirinya menegaskan bahwa kehadiran penyuluh menjadi kunci dalam meningkatkan kapasitas petani, baik dalam hal teknis budidaya maupun dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“Kerja keras dan kehadiran penyuluh di tengah-tengah petani sangat dibutuhkan. Dengan pendampingan yang baik, kita harapkan hasil produksi meningkat dan kesejahteraan petani dapat terus terjaga,” ujar Bupati Irwan.
Lebih lanjut, Bupati Irwan juga menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi antar seluruh pihak, mulai dari petani, kelompok tani, penyuluh, hingga perangkat daerah terkait.
Menurutnya, setiap permasalahan yang muncul di sektor pertanian dapat diselesaikan secara efektif jika seluruh pihak bersinergi dan membuka ruang komunikasi.
Dirinya pun berharap, penurunan hasil produksi yang terjadi saat ini dapat dijadikan bahan evaluasi bersama untuk menemukan solusi yang komprehensif, sehingga kejadian serupa tidak terulang pada musim tanam mendatang.
Dirinya juga berharap seluruh perangkat daerah terkait mulai melakukan persiapan dan langkah antisipasi terhadap ancaman kemarau panjang dan el-nino dengan mulai menginventarisasi pompa dan kelompok tani penerima sembari menunggu bantuan pompa yang telah diusulkan.
Melalui penguatan peran penyuluh dan sinergitas antar pemangku kepentingan, diharapkan produktivitas pertanian di Kabupaten Pinrang dapat kembali meningkat, yang pada akhirnya memberikan manfaat nyata berupa peningkatan pendapatan dan kesejahteraan bagi para petani serta menjaga ketahanan pangan daerah.(Mssjack)***
