
Bajeng, pilarpos.info – Sederetan warung kopi di Doja, Desa Pannyangkalang, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Membuka usaha Warung kopi atau lebih dikenal dengan sebutan Warkop, warung tersebut secara kasat mata kelihatan dari depan nampak memang jualan kopi dan lainnya, namun kalau lebih lama duduk di warung tersebut akan ketahuan kalau disitu juga menawarkan wanita plus-plus.
Aktivitasnya bukan hanya dilakukan pada malam hari tetapi disiang bolongpun ada transaksi, jadi tergantung dari pria yang datang yang ingin malampiaskan hasrat birahi nya.
Adapun tarif yang dibandrol bervariasi
mulai dari harga Rp100 ribu Sampai Rp150 ribu persatu kali bocking sesuai dengan kesepakatan, berdasarkan hasil kompirmasi dari salah satu mujikari yang ada dilokasi berinisial (Dbj) pada tanggal 5 Agustus 2025.
Salah seorang warga sekitar berinisial (DS) mengatakan kepada awak media ini, bahwa dengan adanya warung-warung yang berkedok
menjual kopi itu hanyalah topeng belaka, sesungguhnya yang ditawarkan ialah wanita plus-plus yang telah disiapkan untuk memuaskan para laki-laki hidung belang yang berkunjung ke warung tersebut.
Tambah DS, sebenarnya aktivitas seperti ini tidak cocok di kampung Doja, karena disini bisa dikatakan masyarakatnya umumnya sangat religius dan mayoritas beragama islam.
Jadi kegiatan prostitusi yang secara terselubung ini tidak bisa dibenarkan keberadaannya didaerah ini,” ungkapnya.
Dan bahkan baru-baru ini terjadi insiden pelemparan batu dari salah satu warung kewarung yang lain. Pasalnya karena dipicu kecemburuan sosial dimana salah satu warung ramai didatangi pegunjung sementara warung yang sebelahnya sepi dari pengunjung.
Seyogyanya tiga pilar yang ada di Kecamatan Bajeng untuk sesegera mungkin mengambil langkah sebelum hal yang sangat fatal bisa terjadi, agar membongkar semua warung- warung kopi yang memang terindikasi menampung wanita plus-plus,” tutup DS.
Penulis: Idris DT Korlip Nasional
Editor: Haidir Sabaruddin

