
PILARPOS.INFO | Pinrang — Iman mesjid Nurul Yaqin Patobong Suardi spdi,Mpdi, desa Patobong Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan, Imam Suardi menyembelih sebanyak 21 ekor sapi kurban untuk dibagikan kepada masyarakat Patobong hingga pelosok dusun di wilayah kecamatan Mattiro Sompe.
“Pada Hari Raya Idul Adha 1447 hijiriah tahun ini, (Kamis 28 Mei 2026) Imam Masjid Nurul Yaqin Patobong menyembelih 21 ekor sapi disembelih hari ini, yang total keseluruhan didesa Patobong berdasarkan informasi sekertaris desa 41 sapi kurban yang secara berkelompok,” kata Sekdes khaerudin Tongkeng
Dia mengatakan, belasan ekor sapi dengan berat rata-rata 100 kilogram tersebut bersumber dari masyarakat secara berkelompok yang sudah lama dilakukan secara tradisi. Ucap , imam besar Suardi.
21 sapi resmi dikorbankan melalui Imam masjid Nurul Yaqin Patobong serta penyembelihan dan pembagian dilakukan secara kepanitiaan melalui panitia yang telah dibentuk dari pengurus pemuda remaja masjid (PRM)Nurul Yaqin Patobong.
Melalui Kordinator Panitia Nurfitri.S, ia mengatakan bahwa setiap tahun kami selalu menyembelih diatas 10 ekor sapi, untuk lebaran kali ini mungkin karena kepercayaan masyarakat masih tinggi akhirnya kami kembali kembanjiran pendaftan sapi kurban, jadi pelaksanaan kegiatan tetap seperti biasa, dihalaman rumah kami, ucap Nurfitri.
Dia menjelaskan, kegiatan sosial keagamaan ini bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dan memperkuat jiwa Kegotongroyongan serta meringankan beban masyarakat kurang mampu, sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga.
Imam besar Nurul Yaqin Patobong Suardi spdi, Mpdi, berharap penyaluran daging kurban dilakukan secara merata ke sejumlah rumah warga yang telah ditentukan, dengan melibatkan perangkat Remaja Masjid pengurus masjid dan panitia setempat agar pembagian berjalan tepat sasaran, aman, dan lancar.
Imam Suardi, S.pdi, M.pdi., juga menekankan agar proses pemotongan, pengolahan hingga pembagian daging kurban dilakukan dengan tetap memperhatikan syariat Islam serta standar kebersihan dan kesehatan pangan.
Daging kurban disalurkan langsung merata ke rumah-rumah warga dan yang paling yang berhak menerima meliputi kaum dhuafa, yatim piatu, dan keluarga kurang mampu di wilayah masing-masing.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi tradisi luhur yang terus dijaga di mana semangat berkurban dan berbagi senantiasa tumbuh di setiap lapisan masyarakat serta didukung oleh sinergi yang baik antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat desa Patobong.
“Momentum Idul Adha 1447 hijiriah bukan hanya sekedar ibadah menyembelih hewan, melainkan wujud ketakwaan dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Imam Nurul Yaqin Suardi. (Msj)***
