
PILARPOS.INFO | SURABAYA – TNI Angkatan Darat menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung berbagai program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) yang digelar Kodam V/Brawijaya di Makodam V/Brawijaya, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan yang dihadiri unsur Keluarga Besar TNI (KBTNI) seperti Pemuda Panca Marga (PPM), FKPPI, dan Hipakad itu tidak hanya menjadi forum penguatan wawasan kebangsaan, tetapi juga sarana menyampaikan berbagai peran TNI dalam mendukung program prioritas pemerintah di Jawa Timur.

Pabandya Wanmil Kodam V/Brawijaya Letkol Inf Poniman menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan nasional harus dipahami sebagai bentuk kolaborasi dan pengabdian kepada masyarakat, bukan sebagai upaya mengambil alih tugas maupun kewenangan lembaga lain.
Menurutnya, TNI hadir untuk mempercepat pelaksanaan program-program yang telah dirancang pemerintah agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat, terutama di tingkat desa dan wilayah yang membutuhkan perhatian khusus.
“Kami menyadari bahwa banyak program yang kami dampingi bukan merupakan tugas pokok TNI. Namun sebagai bagian dari komponen bangsa dan institusi negara, kami memiliki tanggung jawab untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Poniman.
Ia menegaskan, seluruh bentuk pendampingan yang dilakukan TNI berorientasi pada kepentingan rakyat dan tidak memiliki agenda lain selain memastikan program pembangunan berjalan optimal.
“TNI tidak ingin mengambil peran siapa pun. Yang terpenting adalah masyarakat memperoleh manfaat dari setiap program yang dijalankan pemerintah. Kehadiran kami semata-mata untuk membantu dan mempercepat keberhasilannya,” tegasnya.

Salah satu program yang saat ini mendapat perhatian serius adalah pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program tersebut dinilai menjadi instrumen penting dalam memperkuat fondasi ekonomi desa sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat.
Poniman mengungkapkan, ribuan titik pembangunan KDKMP telah berjalan di berbagai daerah. TNI Angkatan Darat turut dilibatkan dalam percepatan pembangunan fisik maupun pendampingan operasional agar koperasi dapat segera berfungsi dan memberikan dampak ekonomi nyata.
“Lebih dari 6.000 titik pembangunan fisik telah berjalan. Kehadiran TNI adalah untuk membantu percepatan sehingga program ini bisa segera dimanfaatkan masyarakat dan menjadi penggerak ekonomi di desa,” katanya.
Menurutnya, keberadaan KDKMP diharapkan mampu membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, menciptakan aktivitas usaha produktif, serta memperkuat perputaran ekonomi di tingkat akar rumput.
Tak hanya di sektor ekonomi, kontribusi TNI juga terlihat dalam pembangunan infrastruktur dasar yang dibutuhkan masyarakat. Berbagai program pembangunan jembatan, sumur bor, hingga penyediaan fasilitas air bersih terus dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

Di sektor pertanian, TNI bahkan menjadi salah satu ujung tombak pendampingan petani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Pendampingan dilakukan secara menyeluruh mulai dari proses tanam, perawatan, panen hingga penyerapan hasil produksi oleh Bulog.
Langkah tersebut dinilai mampu membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan kepastian distribusi hasil panen.
“Mulai dari masa tanam hingga hasil panen diserap Bulog, kami terus melakukan pendampingan. Tujuannya agar petani semakin sejahtera dan target ketahanan pangan nasional dapat tercapai,” jelas Poniman.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman yang menjadi karakter utama Indonesia.
Menurutnya, tantangan bangsa ke depan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan ekonomi, tetapi juga bagaimana seluruh elemen masyarakat mampu menjaga nilai-nilai kebangsaan dan semangat persatuan.

“Indonesia adalah bangsa besar yang terdiri dari lebih dari 17 ribu pulau, ratusan suku, bahasa, dan budaya. Hingga hari ini kita tetap berdiri kokoh karena memiliki Pancasila sebagai dasar negara dan pemersatu bangsa. Karena itu, tugas kita bersama adalah menjaga, merawat, dan mempertahankan nilai-nilai Pancasila,” ungkapnya.
Melalui kegiatan PKBN tersebut, Kodam V/Brawijaya menegaskan bahwa TNI bukan hanya berperan sebagai penjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir di tengah masyarakat sebagai mitra pembangunan yang siap bersinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen bangsa demi mewujudkan Indonesia yang kuat, sejahtera, dan berdaya saing. (Red)***
