
PILARPOS.INFO | Pinrang — Bahu membahu saling bergotong-royong Warga jamaah Nurul Yaqin Patobong Desa Patobong, Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan kembali melanjutkan pembangunan tahap ke- 2 gedung baru Masjid Nurul Yaqin melalui dana Swadaya masyarakat
Gotong royong merupakan tradisi yang sudah lama dikenal dan menjadi bagian integral dari jamaah Masjid Nurul Yaqin Patobong. Dalam setiap kegiatan gotong royong, warga jamaah masjid Nurul Yaqin bersama-sama bekerja untuk mencapai tujuan bersama tanpa membedakan status sosial.
Kali ini, tujuan bersama tersebut adalah menciptakan pembangunan tambahan bangunan baru melalui sumbangan swadaya masyarakat Patobong Pinrang.
Kegiatan gotong royong ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari anak-anak (PRM ) hingga orang dewasa. Semua pihak bekerja sama untuk mengambil pekerjaan membangun kelanjutan gedung baru Masjid Nurul Yaqin Patobong. Selain itu, tanpa terkecuali emak-emak sibuk menyediakan berbagai persediaan makan dan minum yang telah disediakan masing-masing dari rumahnya.
Selain mempererat tali persaudaraan antarwarga, kegiatan gotong royong ini juga bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan antar warga dalam masyarakat.
Kegiatan ini juga sejalan dengan prinsip aman dan hidup sehat serta menjunjung tinggi adat istiadat kesopanan yang ingin diterapkan di Desa Patobong. Melalui kegontorongan yang terjaga, diharapkan masyarakat terhindar dari berbagai perpecahan yang bisa muncul akibat kurangnya kebersamaan.
Kegiatan pengecoran kembali melalui dengan jalur koordinasi antar Panitia Pembangunan Masjid Ketua; Drs.H.Muh.Arsyad, S.Pd.,MPd., sekt: Ir.Fatahuddin,( Bend) Zakaria,spd.,Mpd., dan begitu pula Imam besar Masjid Nurul Yaqin Patobong Suardi spdi, Mpdi., dan tokoh masyarakat. Dalam penyampaian ini, ditentukan hari dan waktu untuk kelanjutan pembangunan tahap 2 yang baik pelaksanaannya.
Yang pada waktu itu, warga dibagi menjadi 2 kelompok yang masing-masing memiliki tugas tertentu untuk makanan Snack, makan siang serta jadwal kelanjutan pelaksanaan berikut.
Beberapa kelompok fokus pada pengambilan batu krikil ( cipping), pengambilan pasir serta pengoperasian moleng, sementara emak-emak dan remaja masjid ( PRM ) bekerja menyediakan persiapan menu makan siang dan Snack yang telah disediakan secara gratis dari warga jamaah masjid Nurul Yaqin Patobong serta warga sekitar.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan ini, masing-masing warga membawa alat seperti sekop, grobak, ember, serta kekurangan peralatan dan lainnya disediakan oleh panitia pembangunan masjid.
Semua warga desa, tanpa terkecuali, ikut serta dengan semangat untuk menjaga kekompakan dan kebersamaan dalam bingkai Kegotongroyongan kebersamaan.
Pembangunan tambahan gedung baru Masjid Nurul Yaqin Patobong yang terletak di Jalan poros langnga – Pinrang kecamatan Mattiro Sompe ini sangat tampak kekompakan dalam masyarakat dan jama’ah mesjid itu sendiri.
Kegigihan warga setempat menarik jurnalis PilarposIndonesia.info untuk menyampaikan upaya masyarakat setempat dalam membangun kelanjutan tambahan masjid tersebut kepada warga jamaah , sebab pembangunan tersebut tentu membutuhkan dana yang cukup besar.
“Pembangunan masjid ini bersumber dari dana Swadaya jamaah Nurul Yaqin Patobong dan Infaq yang didapat dari masyarakat warga masyarakat Patobong. Diperkirakan progress pembangunanya baru berkisar 25 persen,” Ungkap Ketua Panitia Pembangunan H.Muhammad Arsyad Spd.Mpd., Nurul Yaqin Patobong, Selasa (16/6/2026).
Dikarenakan anggaran kurang memadai, untuk melanjutkan pembangunannya mencapai 100 persen masyarakat Patobong berharap bantuan kembali untuk memperhatikan Mesjid yang dibangun sedikit demi sedikit mengumpulkan dana setiap tahunnya.
Cukup lama masyarakat menantikan perluasan tempat ibadah yang layak. Meski demikian, semangat para warga tidak pernah pudar untuk memberikan sumbangan melakukan perluasan Masjid, demi kenyamanan Ibadah dan kegiatan ke-Agamaan seperti hari besar keagamaan Islam.
“Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian masyarakat terhadap keagamaan, selain itu partisipasi kerjasama dan kekompakan harus dijaga supaya bisa terwujud apa yang di inginkan selama ini,” tutupnya. (Msj)***
