
PILARPOS.INFO | SURABAYA – Menyemarakkan peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2026, Kasatresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Adik Agus Putrawan, S.H., M.H., menyampaikan ucapan selamat sekaligus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam setiap sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Tahun 2026 ini menjadi momen istimewa karena merupakan peringatan ke-81 tahun sejak istilah “Pancasila” pertama kali diperkenalkan oleh Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tepat pada tanggal 1 Juni 1945. Sejak saat itu, gagasan tersebut menjadi pondasi utama yang menyatukan bangsa Indonesia yang majemuk.
Penetapan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila sekaligus ditetapkan sebagai hari libur nasional dilakukan secara resmi melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo, sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan jati diri bangsa.
Dalam keterangannya, AKP Adik Agus Putrawan menjelaskan bahwa sejarah lahirnya Pancasila tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam merumuskan dasar negara yang mampu menaungi dan mempersatukan keberagaman suku, agama, budaya, hingga perbedaan golongan yang ada di nusantara.
Perjalanan sejarah penetapan dasar negara tersebut dapat dirangkum dalam tiga tonggak penting, yaitu:
1. 1 Juni 1945: Ir. Soekarno menyampaikan gagasan dasar negara yang kemudian diberi nama “Pancasila” dalam sidang BPUPKI.
2. 18 Agustus 1945: Pancasila secara resmi disahkan sebagai dasar negara Republik Indonesia dan dicantumkan ke dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
3. Tahun 2016 hingga sekarang: Tanggal 1 Juni diperingati secara resmi sebagai Hari Lahir Pancasila dan ditetapkan menjadi hari besar nasional.
Bagi AKP Adik, Pancasila bukan sekadar simbol semata, melainkan landasan ideologis bangsa yang dirancang secara matang sebagai perekat kebhinekaan Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, mulai dari ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, hingga keadilan, sangat mencerminkan karakter bangsa yang religius, beradab, demokratis, serta menjunjung tinggi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Di tengah tantangan globalisasi, perkembangan teknologi digital, serta dinamika sosial dan politik yang semakin kompleks saat ini, nilai-nilai Pancasila tetap relevan dan harus terus menjadi pedoman utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas AKP Adik Agus Putrawan, Senin (01/06/2026).
Lebih jauh ia menegaskan, keberadaan Pancasila memiliki peran sangat vital dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai perbedaan yang ada. Selain itu, Pancasila menjadi rujukan utama dalam pembentukan hukum dan kebijakan publik, menumbuhkan semangat toleransi serta budaya gotong royong, sekaligus berfungsi sebagai benteng pertahanan dalam mencegah berkembangnya paham radikalisme, ekstremisme, maupun pemikiran yang bertentangan dengan jati diri bangsa.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah melalui Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang terus berupaya memperkuat internalisasi nilai-nilai Pancasila kepada seluruh lapisan masyarakat melalui berbagai program pendidikan, kebudayaan, dan penyebarluasan informasi di berbagai media.
Pada momentum peringatan ke-81 tahun ini, AKP Adik Agus Putrawan kembali mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemuda, tokoh masyarakat, hingga kalangan pelaku usaha dan keamanan, untuk tidak hanya sekadar memahami Pancasila sebagai dasar negara di atas kertas.
Namun yang terpenting adalah mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga keutuhan, keamanan, dan kemajuan bangsa Indonesia.
“Mari kita jadikan Pancasila sebagai pedoman hidup dan sumber inspirasi dalam membangun Indonesia yang maju, adil, makmur, dan tetap bersatu dalam keberagaman,” pungkasnya.
Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya yang Bersatu, Berdaulat, Adil, dan Makmur. (Andi Amr)***
