
PILARPOS.INFO | PINRANG – Ketua Kelompok Tani Sipakainga, Muhammad Jupri, melaporkan penurunan drastis hasil produksi padi di wilayahnya pada musim tanam kali ini. Saat ditemui di lokasi persawahan Awan-awan, Kelurahan Sipatokkong, Kecamatan Watang Sawito, Kabupaten Pinrang, Jupri mengungkapkan ada tiga kelompok tani yang terdampak parah oleh serangan hama dan faktor cuaca di Kelurahan Sipatokkong.
Kondisi ini sangat memprihatinkan. Hasil panen tertinggi saat ini dilaporkan hanya mampu mencapai 4,1 ton per hektar. Angka tersebut berbanding terbalik dengan kondisi normal di wilayah tersebut yang rata-rata mampu menghasilkan 9,2 ton, bahkan pernah mencapai puncaknya hingga 12 ton per hektar.
“Sementara yang paling parah, ada yang hanya menghasilkan sekitar 200 kilogram per hektar,” ujar Jupri saat memberikan keterangan.
Penyebab Utama Kegagalan Panen
Jupri menjelaskan bahwa penyebab dominan dari anjloknya hasil panen ini adalah serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) berupa penggerek batang serta hawar daun bakteri atau penyakit kresek. Situasi ini diperburuk oleh cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi yang berlangsung sejak masa tanam hingga memasuki tahap pembuahan.
“Kelembapan yang tinggi akibat hujan memicu perkembangan cepat hawar daun bakteri dan mempercepat pergerakan OPT,” jelas Jupri.
Selain faktor alam, Jupri mengakui adanya keterlambatan jadwal tanam yang tidak selaras dengan ketetapan Pemerintah Kabupaten. Keterlambatan tersebut dipicu oleh beberapa kendala teknis, di antaranya upaya penyeragaman waktu tanam dengan petani di wilayah hilir guna mengantisipasi hama tikus, serta adanya proyek rehabilitasi saluran irigasi di wilayah Saddang yang menghambat pengolahan lahan.
Lebih lanjut, ia pun mengakui adanya faktor kelalaian manusia dalam penanganan hama. “Pemicunya juga disebabkan oleh kelalaian kami dalam melakukan pengendalian menjelang hari raya Lebaran, meskipun sebelumnya sudah diingatkan oleh teman-teman PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan),” ungkapnya jujur.
Menyikapi kondisi ini, para petani melalui Kelompok Tani Sipakainga menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Pinrang agar dapat memberikan dukungan nyata untuk meringankan beban mereka.
“Harapan kami kepada Bapak Bupati dan Pemerintah Kabupaten, kiranya ada bantuan benih padi untuk musim tanam mendatang,” kata Jupri.
Bantuan ini diharapkan dapat memicu kembali semangat dan produktivitas petani agar target produksi maksimal seperti musim-musim sebelumnya dapat tercapai kembali.
Meski terpukul dengan hasil panen kali ini, Jupri mengajak para anggotanya untuk tetap bersabar dan menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi bersama demi hasil yang lebih baik ke depannya.(Mssjack)***

