
PILARPOS.INFO | SURABAYA — Sebuah insiden pembacokan yang mengerikan terjadi di kawasan Jalan Sencaki, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.
Berdasarkan laporan resmi dari petugas gabungan yang tiba di lokasi, kejadian tanggal 23 April 2026 sekitar pukul 07:44 WIB dan langsung ditangani oleh aparat keamanan serta tim medis.
Menurut informasi dari Komand Center, petugas mendapatkan laporan pada pukul 07:38 WIB mengenai adanya peristiwa pembacokan, dan sekitar enam menit kemudian, tim respon tiba di lokasi.
Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan seorang pria bernama M. Jaiz, usia 57 tahun, tergeletak bersimbah darah di tengah jalan gang.
Korban diketahui mengalami luka-luka akibat benda tajam yang diduga digunakan pelaku untuk melakukan penyerangan.
Dari hasil olah TKP oleh Inafis Polrestabes Surabaya dan identifikasi awal, diketahui bahwa korban meninggal dunia di tempat dengan luka-luka serius di bagian tubuhnya.
Kejadian ini menimbulkan keprihatinan mendalam karena korban merupakan warga setempat yang dikenal baik oleh masyarakat sekitar.
Identitas dan Kondisi Korban M. Jaiz, 57 Tahun, Laki-laki. Alamat Jl. Sencaki No.15 RT/RW 04/04, Kelurahan Simolawang.
Kondisi saat ditemukan meninggal dunia (MD) dengan beberapa luka bacok di tubuhnya.
Dalam insiden ini, pihak keluarga turut dilibatkan dalam proses pengumpulan data dan penyelidikan.
Nurul Hidayati, istri korban 55 tahun, serta Sumaria, tetangga sekaligus saksi mata berusia 45 tahun yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian turut dimintai keterangan oleh aparat kepolisian.
Segera setelah menerima laporan dan melakukan olah TKP, petugas gabungan dari berbagai instansi melakukan langkah-langkah penanganan cepat.
Pengamanan area oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya dan Posko Terpadu Utara.
Evakuasi jenazah dilakukan oleh BPBD bersama PMI Kota Surabaya menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk keperluan visum dan autopsi. Pihak keluarga korban turut mendampingi proses evakuasi.
Selain itu, pihak kepolisian dari Polrestabes Surabaya serta Jatanras Polda Jatim melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap motif dan identitas pelaku.
Polisi telah mengamankan area kejadian untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan serta melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi termasuk keluarga korban dan warga sekitar.
Pemeriksaan intensif juga dilakukan terhadap barang bukti yang ditemukan di TKP.
“Kami sedang menggali motif kejadian ini serta mencari pelaku yang bertanggung jawab atas aksi keji ini,” ujar salah satu petugas polisi saat ditemui di lokasi.
Dampak Sosial dan Kesadaran Keamanan Lingkungan
Insiden tragis ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan dalam menjaga keamanan lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Masyarakat diharapkan dapat lebih proaktif melaporkan kejadian mencurigakan kepada aparat berwenang demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan menyeluruh terkait motif pelaku serta identitas lengkapnya. Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan nyawa manusia serta mengganggu ketertiban umum di wilayah Surabaya bagian utara.
Kepada seluruh warga masyarakat agar tetap waspada dan menjaga keamanan lingkungan masing-masing adalah pesan penting dari aparat setempat agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang. (Andi amr)***
