
PILARPOS.INFO | SURABAYA, 1 Mei 2026 — Peringatan Hari Buruh Internasional di Jawa Timur berlangsung penuh semangat dan solidaritas. Ribuan buruh dari berbagai daerah di wilayah ini berkumpul di depan Kantor Gubernur Jawa Timur untuk menyuarakan aspirasi mereka terkait peningkatan kesejahteraan pekerja.
Aksi yang berlangsung sejak pagi hari ini menampilkan berbagai tuntutan utama, mulai dari kenaikan Upah Minimum Regional (UMR), perlindungan status kerja, hingga penguatan jaminan sosial bagi buruh.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perjuangan buruh masih menjadi isu sentral dalam pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia.
Dalam kerumunan massa yang cukup padat, hadir pula Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji atau akrab disapa Cak Ji, yang secara langsung turun ke tengah peserta aksi.
Ia naik ke mobil komando dan menyampaikan orasi yang membakar semangat para peserta aksi.
“Selamat datang teman-teman buruh se-Jawa Timur di Kota Pahlawan, Surabaya,” ujarnya dengan penuh semangat, disambut tepuk tangan meriah oleh peserta aksi.
Kehadirannya tidak hanya sebagai simbol dukungan tetapi juga sebagai bentuk perhatian pemerintah kota terhadap perjuangan kaum pekerja.
Dalam orasinya, buruh menyampaikan beberapa tuntutan krusial yang dianggap sangat mendesak. Di antaranya adalah penetapan kenaikan upah minimum sesuai kebutuhan hidup layak, perlindungan hak atas status pekerjaan tetap bagi buruh kontrak dan outsourcing, serta penguatan sistem jaminan sosial yang dapat memberikan perlindungan lebih baik kepada pekerja.
Aksi ini juga menjadi simbol perlawanan terhadap ketimpangan sosial dan ekonomi yang masih dirasakan oleh banyak pekerja di berbagai sektor industri di Jawa Timur
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan pendapatan di wilayah ini masih cukup tinggi, dengan indeks Gini sebesar 0,39 pada tahun 2025—mengindikasikan disparitas pendapatan yang perlu segera ditangani.
Cak Ji dalam kesempatan tersebut menegaskan dukungannya terhadap perjuangan buruh sebagai hak konstitusional.
“Saya sangat menghargai perjuangan teman-teman buruh. Itu hak kalian semua,” tegasnya, menegaskan komitmen pemerintah kota dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.
Selain itu, sebagai bentuk solidaritas nyata, Cak Ji bersama anggota DPRD Surabaya lainnya seperti Anas Karno membagikan ratusan nasi bungkus kepada peserta aksi yang tetap bertahan sejak pagi meskipun cuaca mendung dan kondisi cuaca tidak bersahabat.
Aksi ini menunjukkan bahwa solidaritas antara pejabat publik dan masyarakat pekerja terus terjalin erat demi menciptakan iklim kerja yang adil dan manusiawi.
Meskipun berlangsung damai dan tertib, pihak kepolisian mengingatkan peserta aksi untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama demonstrasi berlangsung.
Pesan tersebut disampaikan agar seluruh peserta mampu menyampaikan aspirasinya secara damai tanpa mengganggu keamanan umum maupun ketertiban masyarakat.
Kehadiran pejabat publik seperti Cak Ji dalam kegiatan May Day 2026 ini turut memperkuat sinyal bahwa pemerintah daerah serius memperhatikan aspirasi kaum buruh.
Hal ini sejalan dengan upaya nasional untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan-kebijakan pro-rakyat serta reformasi ketenagakerjaan yang berkelanjutan.
Secara keseluruhan, aksi May Day di Surabaya hari ini menjadi momentum penting dalam memperlihatkan bahwa suara buruh tetap relevan dan harus didengar oleh pemangku kebijakan.
Dengan dukungan nyata dari pemerintah setempat, diharapkan hak-hak pekerja dapat terpenuhi secara adil sehingga tercipta hubungan industrial yang harmonis dan produktif di masa depan. (Andi Amr)***
