
PILARPOS.INFO | Surabaya — Komitmen membangun ruang sosial yang aman dan berintegritas kembali ditegaskan oleh Yuyun Ary Soekadi Kaperwil Media Pilar Pos saat menemui langsung di ruang kerjanya Kombes Pol. Jules Abraham Abast, S.I.K selaku Kabid Humas Polda Jatim, di Mapolda Jawa Timur, Kamis (16/4/26)
Pertemuan ini mencerminkan langkah nyata kolaborasi antara insan pers dan institusi Kepolisian dalam merespons isu yang semakin aktual: meningkatnya kerentanan terhadap kekerasan dan bullying di tengah masyarakat.
Dalam suasana yang hangat namun penuh substansi, Yuyun Ary Soekadi menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar agenda formal, melainkan bagian dari upaya membangun komunikasi yang berkelanjutan.
Ia menyoroti bahwa persoalan kekerasan dan bullying, khususnya di kalangan pelajar dan generasi muda, membutuhkan perhatian serius dan penanganan yang terstruktur.
Menurutnya, media memiliki tanggung jawab menjaga integritas informasi sekaligus menjadi garda depan dalam edukasi publik.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap pemberitaan tidak hanya informatif, tetapi juga memberi dampak positif, terutama dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menolak segala bentuk kekerasan,” ujarnya.
Sementara itu, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, S.I.K. menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bagian dari penguatan sinergi lintas sektor.
Ia menekankan bahwa kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi persoalan sosial yang kompleks.
Dibutuhkan dukungan media untuk menyampaikan pesan-pesan preventif secara luas dan tepat sasaran.
“Sinergi ini penting untuk membangun kepercayaan publik. Upaya pencegahan kekerasan dan bullying harus dilakukan secara bersama, melalui pendekatan edukatif, komunikasi yang efektif, serta penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan,” ungkapnya.
Pertemuan ini juga menjadi ruang diskusi mengenai strategi konkret dalam menekan angka kekerasan, mulai dari kampanye publik, literasi digital, hingga penguatan nilai-nilai etika di lingkungan pendidikan dan keluarga.
Keduanya sepakat bahwa pendekatan preventif harus diperkuat agar persoalan tidak berkembang menjadi ancaman yang lebih besar.
Dengan mengedepankan integritas dan kolaborasi, kunjungan ini menjadi simbol bahwa solusi atas persoalan sosial tidak lahir dari satu pihak saja, melainkan dari kesadaran bersama untuk bergerak dalam satu tujuan.
Di tengah tantangan zaman yang terus berkembang, langkah ini menjadi penegas bahwa Jawa Timur tidak tinggal diam dalam menghadapi ancaman kekerasan dan bullying melainkan memilih untuk bersatu, bertindak, dan menjaga masa depan generasi penerus.***
