
PILARPOS.INFO | SURABAYA, 19 Mei 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Keluarga Besar PD PPAD Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan sosial kemanusiaan berupa aksi donor darah di lingkungan kantor PPAD Jawa Timur, Surabaya, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian organisasi terhadap kesehatan masyarakat sekaligus mendukung ketersediaan stok darah bagi mereka yang membutuhkan, bekerja sama dengan PMI Surabaya.
Acara penting ini dihadiri langsung oleh Ketua PD.PPAD Provinsi Jawa Timur, Mayjend TNI (Purn) Dr. Drs. Wibisono Poespitohadi, M.Sc., M.Si., Kabawas PPAD Jatim Brigjend TNI (Purn) EV. S. Aldian Gondokusumo, S.E., serta diikuti oleh segenap jajaran pengurus, anggota organisasi, dan tim awak MEDIA PILAR POS.
Kegiatan yang telah menjadi program rutin organisasi ini kembali mendapat antusiasme tinggi dari berbagai elemen, mulai dari unsur purnawirawan TNI/Polri, ormas, organisasi pemuda, hingga masyarakat umum.
Program Rutin Tiga Bulanan
Ketua Panitia Penyelenggara Donor Darah, Letkol. (Purn) Suwandi, menjelaskan bahwa donor darah merupakan salah satu program kerja unggulan PPAD yang dilaksanakan secara berkala setiap tiga bulan sekali.
“PPAD ini mempunyai program kerja, salah satunya adalah donor darah. Kegiatan ini kami laksanakan rutin setiap tiga bulan sekali. Biasanya rata-rata personil yang melaksanakan donor sekitar seratus orang,” ungkap Letkol Suwandi saat diwawancarai awak media.
Untuk pelaksanaan kali ini yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, panitia semula mengajukan sekitar 125 pendonor. Namun, setelah melalui tahap pemeriksaan kesehatan dan penyaringan syarat medis, terdapat sekitar 90 orang yang dinyatakan lolos dan berhasil mendonorkan darahnya.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur, di antaranya pihak PMI, berbagai Organisasi Kemasyarakatan, PPAD, serta organisasi yang bernaung di bawahnya seperti PPM, Hipakad, dan unsur lainnya. Tak ketinggalan, hadir pula para personil aktif TNI, perwakilan organisasi, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum.
“Tanggapannya sangat positif, karena sifatnya sosial dan membantu orang yang membutuhkan. Nilai sosial ini harus terus kita lakukan demi mendukung kesehatan di negara ini. Pelaksanaannya sendiri dibantu penuh oleh PMI Surabaya, jadi lengkap mulai dari administrasi, dokter, hingga pengecekan kesehatannya,” tambahnya.
Keempat Kalinya Sejak 2025, Gabungkan Momen Hari Besar Nasional
Sementara itu, Sekretaris PD PPAD Provinsi Jawa Timur, Kolonel (Purn) Adi Birowo, menyampaikan bahwa program ini sudah berjalan sejak tahun 2025 lalu, dan saat ini baru memasuki pelaksanaan yang keempat kalinya.
Menurutnya, ada dua tujuan utama diadakannya kegiatan ini. Pertama, agar seluruh pengurus dan peserta yang mendonor dapat menjaga dan meningkatkan kesehatannya.
Kedua, untuk mengajak lingkungan sekitar, mulai dari organisasi perjuangan seperti Pepabri, hingga organisasi pemuda seperti FKPPI, HIPAKAD dan PPM.
“Karena banyak anggota kita yang usianya sudah lanjut, jadi kami juga mengundang para prajurit aktif Kodam dan generasi muda. Setiap kali kegiatan, kami targetkan terkumpul 100 kantong darah. Kami undang sekitar 150 orang, namun rata-rata yang hadir dan lolos syarat biasanya di bawah 100 orang,” jelas Kolonel Purn. Adi.
Ia menambahkan, mulai tahun ini, setiap pelaksanaan donor darah akan diselaraskan dengan momen hari besar nasional.
“Kali ini bertepatan Hari Kebangkitan Nasional, nanti bulan Agustus kami akan kembali mengadakan dalam rangka HUT RI sekaligus HUT PPAD,” imbuhnya.
Harapan: Sehatkan Masyarakat dan Dukung Ketersediaan Darah
Skala prioritas utama kegiatan ini, menurut Kolonel Purn. Adi, adalah menyehatkan masyarakat dan membantu ketersediaan darah bagi mereka yang membutuhkan. Darah yang terkumpul nantinya akan diserahkan sepenuhnya kepada PMI untuk disalurkan.
“Kita tidak pernah tahu siapa yang membutuhkan darah, bisa jadi keluarga kita sendiri. Darah yang didonorkan jauh lebih bermanfaat dibandingkan hanya sekadar terbuang atau fasdu. Yang penting jumlah darah terkumpul aman, meski jumlah peserta yang lolos tidak sesuai undangan tidak masalah,” tegasnya.
Pada kegiatan kali ini, dari 155 orang yang hadir, terdapat sekitar 18 orang yang tidak dapat mendonorkan darah karena alasan kesehatan, seperti baru saja bekam, sedang mengonsumsi obat, atau kurang sehat. Secara keseluruhan, terkumpul sekitar 92 ampul darah.
Dalam pesan penyemangatnya memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Kolonel Purn. Adi berharap semangat berbagi ini dapat menular ke generasi penerus.
“Donor darah mengajarkan kita untuk menolong sesama. Harapannya, semangat ini bisa ditularkan ke anak-anak dan generasi muda. Ayo kita bangkit dan jaga kesehatan. Kalau kita sehat, negara pasti aman dan sejahtera. Jangan sampai kita tidak bangkit-bangkit atau justru sakit semua. Mari berbagi dan menjaga kesehatan demi kebangkitan bangsa,” pungkasnya. (Andi Amr)***
