
PILARPOS.INFO | SURABAYA – Penanganan genangan yang kerap melanda kawasan Surabaya Barat memasuki babak baru. Balai Besar Wilayah Sungai Brantas bersama Kementerian Pekerjaan Umum mulai merealisasikan proyek pengendalian banjir Kali Kedurus melalui penandatanganan kontrak konstruksi yang menjadi bagian dari program nasional berbasis ketahanan banjir perkotaan.
Program ini didukung pendanaan dari World Bank melalui skema National Urban Flood Resilience Project, yang menitikberatkan pada solusi jangka panjang dan terintegrasi dalam menghadapi risiko banjir di kawasan perkotaan padat.
Berbeda dari pendekatan konvensional semata, proyek Kali Kedurus menggabungkan peningkatan infrastruktur dengan konsep ramah lingkungan.

Pekerjaan meliputi normalisasi alur sungai sepanjang 3,5 kilometer, penguatan tebing, hingga optimalisasi Saluran Gendong Kiri yang akan difungsikan sebagai tampungan air (long storage) berbasis Nature Based Solution (NBS).
Selain itu, pembangunan rumah pompa dan peningkatan kapasitas Boezem Kedurus juga menjadi komponen penting dalam sistem pengendalian air.
Infrastruktur tersebut dirancang untuk mempercepat aliran air saat curah hujan tinggi, sekaligus meminimalisasi potensi genangan di wilayah hilir.
Kepala BBWS Brantas, Muhammad Noor, menekankan bahwa proyek ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari strategi besar pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas secara menyeluruh.

“Pelaksanaan pekerjaan akan kami lakukan secara profesional, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surabaya serta seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Lebih jauh, penataan kawasan sempadan Kali Kedurus juga diarahkan untuk menghadirkan fungsi ganda, yakni sebagai pengendali banjir sekaligus ruang publik yang lebih tertata.
Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
Dengan dimulainya proyek ini, pemerintah menargetkan pengurangan signifikan terhadap luas genangan di Surabaya Barat.
Di sisi lain, proyek ini juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan kota terhadap dampak perubahan iklim, khususnya peningkatan intensitas hujan yang kian tidak menentu. ***
